Langsung ke konten utama

Bangga dengan Diri Sendiri


I must confess, aku bukan orang yang selalu pede dengan diri sendiri, bahkan orang-orang yang kenal pasti tau banget dulu aku orang yang pemalu dan menutup diri. Kenapa kak? Soalnya saya gemuk, yes I am. Sudah cerita lama sepertinya niat untuk diet dan belum berhasil (but I know I will!). Tapi kalau aku ga diberi rezeki dengan badan seperti ini, keadaan keluarga demikian, dan lainnya, mungkin aku ga akan juga pernah menulis di blog ini. Alhamdulillah selama hidup, aku dipertemukan dengan orang-orang yang gak pernah bawa keburukan, sekalipun ada dia akan jadi pelajaran yang dalam buat seorang Sandra.
Banyak sekali nikmat dari-Nya yang kadang terlupakan, untuk bersyukur diberikan nafas hari ini aja kadang lupa. Cara-Nya mempertemukanku dengan kejadian yang tak terduga. Mulai dari harus mengulang kelas 2 dua kali (well, umurku waktu itu belum cukup), prestasi drastis turun pas SMP, dan titik balik saat SMA. Ya, titik balik yang aku alami itu saat SMA, saat itu rasanya yang penting aku bisa belajar dan lulus dari SMA. Dalam perjalanannya, aku dipertemukan sahabat-sahabat yang punya visi dan misi yang sama, sampai akhirnya kami terpisah di kampus masing-masing. Jendela mata dan hati ini semakin terbelalak saat kuliah.











Ya....aku bertemu dengan orang-orang ini....

Tias, Isa, Nisa, Ukhti, Putri, Titi (sebenernya masih banyak, tapi yang ada di foto dulu aja deh)
Mereka bukan orang-orang yang menilai sesuatu karena ada maksud atau tujuan lain. Mereka adalah orang-orang yang sangat tulus dalam berteman. Orang-orang yang saling membangun temannya satu sama lain saat titik terendah dan saling merindukan (tapi ujungnya mah gengsi bilang). Ingin sekali ngobrol panjang lebar dengan kalian lagi, semoga Dia mempertemukan kita lagi (apalagi pas ada yang nikahan! nyam nyam nyaaaam!). 
Terakhir dariku, mau bentuk kita kayak apa juga, yang penting ada rasa percaya dan bangga terhadap diri sendiri. Aku juga ingin terlihat lebih sehat tapi ga pernah sedikitpun terpikir agar terlihat cantik atau apapun, karena aku maunya sehat! Ingat jangan lupa senyum dan bersyukur (sekalian ngingetin diri sih sebenernya mah). Well then ;)
Ciao!



Instagram : sandrianna93
Line: sandrianna93
Soundcloud: sandrianna28
Smule: sandrianna 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makeup Flawless Wanita Indonesia ala Sandrianna (Sebagian Besar Produk Lokal)

Assalamu'alaikum cantik~ It's been forever aku gak update blog ini~ (anyway lu update bulan Juni nyai! hehe) Di post ini aku mau kangen-kangenan dengan blog ini dulu yaa... So, awalnya blog ini isinya tuh tentang cerita-cerita alay jaman lampauku, jaman dimana yang ada hanyalah belajar, menyukai seseorang diam-diam, gaming, musik (waktu itu belum terlalu ngeh sama makeup), ada juga isinya tentang materi pelajaran atau motivasi. Tetapi lama kelamaan, karena dulu masih alay-alaynya, postinganku jadi lebih ke arah negatif dan akhirnya aku hapus saja semua postingannya. Yeps, ini titik dimana aku capek sama tulisanku yang mulai melantur tanpa arah tujuan dan makna, tapi sebenernya aku waktu itu masih tetap nulis kok, tapi di tumblr  Buatku, menulis suatu hal yang positif itu lebih baik, daripada bicara kejelekan...  *** Okay, dicukupkan dulu deh kangen-kangenannya Nah, di postingan ini aku juga mau share tentang this look below : Indonesian makeup...

Say Hello~

Hello, this is a new post since my fingers can't stop to write. After saying goodbye to blogger I'm getting closer with tumblr here . Then I realized, I still can work in this blog with something new and refreshing. Just watch and see. Haha XD

Bagian Pertama: Tuan dan tuan

Photo by Hao Wen on Unsplash Sebetulnya puisinya udah dibuat dari tahun 2021 dan posting di wattpad, sempat ada yang menyukai puisi ini juga disana. Jujur, puisi ini jadi setelah menyelami beberapa kajian Islam-Filsafat, aga berat ya? Waktu itu memang lagi rajin sekali. Puisi ini bebas diartikan seperti apapun, jelas kalau puisi-puisi ini punya makna tersendiri untuk aku. Selamat membaca. Bagian Pertama: Tuan dan tuan Pencinta mencari dan mencari akar pohon di antara belukar nan berduri. Berpagutan kerinduannya pada Pencipta. Apa daya ia luka. Teracuni oleh tajamnya realita. Pencinta bermimpi tertidur diatas batu beralaskan rimbunan daun. Terkesiap kembali ke dunia. -------- Saat dua mata bertemu dan mengisyaratkan rasa. Terlamun oleh romansa daun yang belum mengering. Sekalipun tidak berharap dipertemukan. Kita tetap dipertemukan oleh guratan pena Sang Maha tuliskan. Makna dari pertemuan itu berpisah. Sekarang aku bisa merelakanmu. -------- Pikiran berkelana mengitari kota tak bertua...